Jumat, 15 Mei 2009

Reguk Kenikmatan Tiada Batas

Anda mungkin mengira, untuk bisa menikmati kehidupan seksual yang menyenangkan, apalagi secara berkesinambungan, pria harus punya alat kelamin yang kokoh, kekar dan besar. Mungkin ada pula yang berpikir bahwa yang paling penting adalah tubuh seksi seorang wanita?


Dengan segala maaf harus dikatakan, semua itu keliru. Semuanya tergantung pikiran. Pikiran, menurut para ahli seksologi, justru merupakan organ seksual paling penting. Keterampilan teknis maupun bentuk fisik yang aduhai, tak akan punya arti apa pun jika pikiran Anda sedang kalut, cemas, lelah, takut, benci, frustrasi, stres dan depresi.

Seks yang menyenangkan baru bisa Anda nikmati, jika isi kepala diganti dengan gagasan yang memiliki makna erotis. Hanya dengan cara ini maka keterampilan dan upaya fisik yang Anda dan pasangan lakukan, akan mendapatkan hasil.

Berikut beberapa saran dari Dr. Sundardas DA, seperti dipaparkan dalam bukunya, The Asian Woman’s Guide to Health, Beauty, & Vitality, agar Anda dapat mereguk kenikmatan seksual secara berkesinambungan.

Untuk Wanita:
1. Ketika sedang bercinta, hentikan usaha mengendalikan dan membendung perilaku Anda. Biarkan bergerak bebas. Anda tidak sedang memainkan suatu peran pun, sehingga tidak perlu tampak bagus. Dan tak ada orang lain yang harus Anda buat senang kecuali diri Anda sendiri. Biarkan diri Anda seperti apa adanya ketika memberi respon seks.
2. Lakukan hubungan seks lebih banyak. Tidak perlu menghemat seks untuk nanti. Semakin banyak Anda melakukan hubungan seks, maka akan semakin banyak Anda menginginkan dan menjadi lebih tanggap.
3. Biarkan saja seandainya gagal. Jika Anda yakin bahwa hubungan seks akan gagal, maka Anda akan mengalami kegagalan. Mungkin Anda khawatir tak bisa orgasme, takut pasangan Anda lelah, atau ejakulasi terlalu cepat? Mungkin Anda takut tak bisa ereksi? Santai saja dan nikmati diri sendiri. Nikmati hidangan kecil jika Anda tak dapat menikmati hidangan utama. Sikap seperti ini akan menghasilkan pola penguatan positif, dan memberi kemungkinan besar untuk bisa mencapai orgasme di waktu mendatang.
4. Perkuat fisik Anda. Kebanyakan wanita lebih suka laki-laki dalam posisi mengangkang, karena tidak menguras banyak tenaga. Namun umumnya wanita lebih mudah mencapai orgasme jika dalam posisi mengangkang, sebab gerakan tubuh bisa merangsang reflek seksual.
5. Belajarlah mengungkapkan apa yang Anda inginkan. Maka, pelajari diri Anda. Banyak wanita bersikap cuek terhadap diri sendiri dalam kaitan dengan seks. Masturbasi merupakan cara menemukan dan mempelajari apa yang Anda butuhkan dari seks, dan bagaimana perasaan Anda mengenai hal itu.
6. Jika telah menemukan apa yang Anda inginkan, ada banyak metode untuk mengemukakannya. Misalnya, tuntun pasangan Anda dengan tangan mengenai bagaimana menyentuh, menekan, menggerakkan dan menunjukkan daerah yang Anda sukai.
7. Jika bimbingan tangan tidak berhasil, jelaskan dengan kata-kata tentang apa yang Anda inginkan. Misalnya, “Saya lebih suka….. dari sini ke situ…”

Untuk Pria:
1. Seks tidak dimulai dan diakhiri di alat kelamin, tapi ada aspek-aspek psikologis. Maka sempatkan lebih banyak waktu untuk berbincang-bincang dengan pasangan Anda, dan ketahui apa yang disukai dan tidak disukainya.
2. Cari umpan balik saat Anda melakukan hubungan seksual. Tanyakan apakah cara tersebut terasa nikmat baginya. Jangan menganggap bahwa pasangan Anda menikmatinya hanya karena matanya terpejam dan merintih lembut. Wanita bisa bersikap seperti itu karena kesakitan. Mintalah masukan darinya dan dengarkan dia.

kompas.com

Awas, Laki-laki Tak Bersunat Berisiko Kanker Penis!

Illustrasi


Sunat dikatakan dapat membantu mengurangi risiko seperti penyakit menular seksual. Namun ternyata tak hanya itu. Sunat juga mengurangi risiko terkena kanker penis. Dengan kata lain, para pria yang tidak sunat berisiko terkena kanker penis.


Demikian diungkap Urolog Rumah Sakit Pusat Kanker Dharmais Jakarta Dr Rachmat B Santoso saat dihubungi melalui telepon, Jumat (15/5). “Penyebabnya adalah infeksi kronis pada orang yang tidak cirkumsisi (sunat),” kata Rachmat. Laki-laki yang juga berisiko adalah mereka yang pernah menderita herpes genitalis.

Persoalan utamanya adalah tidak higienisnya alat kelamin laki-laki karena kepalanya tidak terbuka. Kebersihan daerah di bawah kulit depan glans penis tidak terjamin kalau tidak sunat.

Gejala yang dijumpai pada orang yang kena kanker penis adalah adanya luka pada penis, luka terbuka pada penis, dan merasa nyeri pada penis bahkan terjadi pendarahan dari penis. Biasanya ini terjadi pada stadium lanjut. Ciri lain adalah tampak luka yang menyerupai jerawat atau kutil pada penis.

Pengobatan kanker penis bervariasi, tergantung kepada lokasi dan beratnya tumor. Cara pertama adalah penektomi atau pemotongan, bisa sebagian bisa juga total. Rachmat mengilustrasikan, jika panjang penis 10 sentimeter dan yang terkena kanker hanya ujung penisnya maka yang panjang penis yang dipotong 2-3 sentimeter. “Tapi, jika yang kena kanker tiga perempat panjang penis, apa boleh buat penisnya harus dipotong habis,” katanya. Cara yang lain bisa berupa kemoterapi dan terapi penyinaran.

Rachmat mengingatkan, penyakit ini tidak boleh dianggap remeh oleh para lelaki. Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, kanker penis banyak menyerang usia produktif, 30 tahun sampai 50 tahun.

Meski tidak banyak menyerang pria, dalam setahun hanya ada 2-3 orang yang datang ke RS Dharmais, Anda, para pria harus hati-hati. “Tidak signifikan memang, tetapi sangat mengganggu integritas karena menyangkut kelaki-lakian seseorang,” pungkasnya.


ONE
kompas.com

Marah yang Bermanfaat

Saat ini tampaknya banyak orang yang mudah marah atau terpancing emosinya. Bisa jadi marah karena masalah yang besar atau bahkan marah karena hal yang sepele. Contoh yang dapat kita lihat dalam kehidupan sehari – hari misalnya adalah kemarahan di jalan raya. Seseorang yang sedang berkendara atau berjalan kaki, yang semula tenang dapat berubah dan marah – marah karena ada pengendara lain yang memotong jalan atau hampir menabraknya. Kejadian yang lebih parah adalah ketika akhirnya hari itu menjadi kacau akibat kemarahan tersebut.

Pertanyaan yang muncul berikutnya adalah apakah seseorang tidak boleh marah? Apakah amarah selalu berakibat buruk?

Jawabannya adalah seseorang boleh saja marah dan amarah tidak selalu harus berakibat buruk. Tetapi bagaimana caranya agar amarah tidak membuat kacau dan justru malah bermanfaat bagi seseorang? Ini yang perlu kita pelajari.

Amarah adalah salah satu bentuk emosi yang dimiliki oleh seseorang. Emosi sendiri memiliki kekuatan yang sangat dahsyat untuk membangun atau menghancurkan kehidupan seseorang. Ketika emosi dikelola dengan baik, kekuatannya dapat membangun kehidupan seseorang menjadi lebih baik, tetapi begitu juga sebaliknya ketika emosi tidak dikelola dengan baik.

Marah yang bermanfaat adalah marah yang tepat dan sudah dikelola dengan baik. Hal ini jelas tidak mudah, butuh waktu, kesabaran dan hati yang lapang, tapi bukan berarti tidak dapat dilakukan. Langkah pertama yang perlu dilatih terus menerus adalah menyadari ketika kita merasa marah.

Sadari bahwa saat ini aku sedang marah. Proses menyadari adalah langkah awal untuk mengendalikan dan mengelola amarah.
Setelah menyadari, seseorang perlu memahami dan menerima alasan kenapa ia marah. Inilah langkah yang kedua, proses memahami dan menerima bahwa ada sesuatu yang membuatnya marah.

Termasuk dalam proses memahami adalah mengevaluasi penyebab kemarahannya. Seorang Ibu yang baru pulang bekerja mulai merasa marah ketika anaknya yang masih balita merengek – rengek padanya, padahal ia merasa sangat lelah. Ibu ini dapat saja langsung memarahi anaknya dan meminta anaknya untuk tidak mengganggunya. Tetapi hal tersebut dapat berbuntut anak tambah menangis dan si-Ibu semakin frustasi.

Ketika si-Ibu mau mencoba menyadari, kemudian mencoba memahami kejadian tersebut, ia akan dapat melihat bahwa anaknya merengek – rengek bukan karena nakal, tetapi anaknya rindu padanya.

Berdasarkan kisah dari beberapa orang, terungkap bahwa terkadang sesuatu yang membuat marah justru punya alasan atau maksud yang berbeda. Banyak yang menyesal karena sudah marah – marah untuk alasan yang tidak tepat, misalnya marah karena ada orang yang menunjuk – nunjukkan jari padanya, padahal orang tersebut bermaksud memberitahu bahwa ada bahaya yang mengancamnya dari belakang. Alasan sebenarnya inilah yang perlu kita pahami agar tidak asal marah dan buang – buang energi.

Langkah yang ketiga adalah mengelola atau mengekspresikan amarah dengan tepat. Jika kita punya alasan yang tepat, misalnya bukan hanya meluapkan emosi, tetapi juga demi pembelajaran bagi orang lain, kita dapat mengungkapkan kemarahan kita.

Kemarahan yang bermanfaat tentu saja bukan kemarahan yang ingin membalas atau menyakiti orang lain, melainkan marah yang mendidik dan membangun.

Cara lain yang dapat kita lakukan adalah mengelola dengan mengubah amarah yang kita rasakan menjadi hal yang positif bagi diri kita. Kita dapat mencoba melihat sisi positif dari kejadian yang membuat kita marah, mengambil hikmah atau pembelajaran dari kejadian tersebut.

Kita juga dapat mengubah energi kemarahan yang kita rasakan menjadi energi yang dapat memotivasi kita melakukan hal yang bermanfaat. Daripada marah – marah pada pengendara motor yang memotong jalan dan sudah tidak tampak lagi, lebih baik energi yang ada digunakan untuk lebih waspada, mencermati jalan, menyalurkan hobi menyanyi, atau menyelesaikan pekerjaan di kantor.

Intinya adalah jangan terjebak pada kemarahan yang dapat merusak hari dan diri kita, tetapi manfaatkanlah kemarahan dengan cara yang tepat. Sadari, pahami dan kelola dengan tepat emosi marah yang kita rasakan karena kemampuan ini adalah bagian dari kecerdasan emosi yang kita miliki.

P. Henrietta Siswadi, S. Psi, dosen pada Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

kompas.com

Tumbuhkan Jiwa Seni Anak dengan Buku Bergambar


Buku bergambar diyakini dapat meningkatkan perasaan anak-anak pada seni sejak usia dini.

Dalam kaitan itu, kini hingga 30 Juni mendatang diselenggarakan ceramah dan pameran yang menampilkan para pemenang dari Bologna International Children’s Book Fair di Kota Kecil Think, pusat pendidikan ilmiah di Shangai, dengan sasaran anak-anak daru usia 3 sampai 11 tahun.

Dengan maksud menghadirkan kisah peri kreatif kepada lebih banyak anak dan orang-tua, acara tersebut berusaha membuktikan bahwa setiap orang dapat menjadi terkenal seperti Hans Christian Andersen, pengarang Denmark yang terkenal dengan kebanyakan karyanya bercerita mengenai peri, selama mereka berusaha menelusuri kehidupan dengan hati mereka.

Sebagian besar pembicara dalam acara itu datang dari Taiwan. Bermacam kisah mengenai masa kecil mereka dan pengalaman melukis akan dibagi, sedangkan untuk menghadiri acara tersebut tak dipungut biaya.

Pang Yawen, seorang artis yang buku bergambar pertamanya dipilih oleh Bologna International Children’s Book Fair 2001, melakukan kunjungan pertamanya ke Shanghai selama libura Hari Buruh 1 Mei dan memberi ceramah dengan tema "Misteri Di Balik Buku Bergambar".

"Buku bergambar memiliki daya tarik yang tak tergantikan. Semua buku itu memiliki kata-kata sederhana yang memainkan peran penting dalam perkembangan bahasa, daya khayal, keindahan dan kreativitas anak," kata Pang.

"Dunia itu murni seperti kita melihat kisah peri. Kita dapat menjadi biasa dan membumi, tapi ada daya khayal pasti di dalam otak kita. Daya khayal adalah landasan hidup anak. Membaca buku bergambar dapat memberi mereka sayap agar bisa terbang," katanya.

Pang lulus dari Academy of Art University di St. Francisco, dengan bidang studi ilustrasi. Buku bergambar milik aktris tersebut "A Fox Lays On Eggs" dan "Doggie Scar Want To Be A Sheep" telah terjual lebih dari 10.000 eksemplar di seluruh dunia.

Karya Pang penuh kejenakaan dan humor, sehingga memberikan setiap gambar di setiap halaman penciptaan yang unik, dan gayanya yang hangat serta melukiskan hewan warna-warni telah diterima dengan baik oleh banyak pembaca.

"Keikutsertaan orang-tua sangat penting. Membacakan cerita kepada anak-anak bukan hanya memelihara hubungan erat dengan mereka, tapi juga memperluas ketertarikan mereka pada membaca," kata Pang, sebagaimana diberitakan kantor berita resmi Xinhua, Kamis (14/5).

"Kadangkala dengan dukungan, dampaknya akan lebih nyata. Membaca buku bergambar meningkatkan pemahaman anak mengenai gambar dan kehidupan. Mereka akan merasa lega ketika mereka mengetahui apa yang ada di balik rancangan sederhana," katanya.

Buat Pang, kunjungan ke Shanghai adalah pengalaman baru yang mendebarkan yang membawa inspirasi. Pang mengatakan ia berharap makin banyak anak akan "terbang dengan bebas di langit penuh peri".

(kompas.com)

Ayo Aktifkan Lagi Posyandu!

Tingginya angka kematian bayi dan anak di bawah lima tahun di Indonesia adalah salah satu indikator bahwa layanan kesehatan yang ada belum memadai. Pusat layanan kesehatan berkualitas bagi ibu dan anak di seluruh pelosok negeri masih menjadi impian yang harus terus diwujudkan.

Trihadi Saptoadi, National Director World Vision Indonesia menyatakan hal itu, Rabu (13/5) di Jakarta. Layanan kesehatan sangat penting untuk mendukung peningkatan kualitas kehidupan anak-anak; masa balita adalah masa emas pertumbuhan tunas-tunas bangsa. "Keterlibatan aktif masyarakat dan kader-kader posyandu terlatih sangat dibutuhkan," katanya.

Menyikapi hal itu, World Vision yang selalu memfokuskan karyanya pada anak-anak mengajak seluruh pihak untuk berperan serta. Dari 2.803 posyandu di Surabaya saat ini, misalnya, 314 di antaranya tengah didampingi oleh Wahana Visi Indonesia, mitra World Vision Indonesia. Pelatihan para kader dan pemberdayaan masyarakat menjadi fokus utama pelaksanaan program.

Guna mendukung program Pemerintah Kota Surabaya dalam menurunkan prevalensi gizi buruk balita sampai lebih dari satu persen, World Vision Indonesia bekerja sama dengan Dinas Kesehatan menyelenggarakan Lomba Posyandu Healthy and Smart.

Pelaksanaan lomba posyandu ini berlangsung selama bulan April hingga Juni 2009, sebagai bentuk apresiasi bagi para kader yang telah ikut meningkatkan kesehatan ibu dan anak di wilayah pelayanan posyandunya. Uang tunai total senilai Rp 20 juta akan diberikan untuk tiga pemenang yang nantinya dapat digunakan untuk mengembangkan posyandu yang ada.

Sebanyak 31 kecamatan di seluruh Surabaya mengirimkan wakilnya untuk berpartisipasi dan berkompetisi. Posyandu ini melayani lebih dari 2.000 anak dengan dukungan 150 kader. "Berbagai kriteria ditetapkan sebagai dasar penilaian, antara lain aspek kegiatan, pengorganisasian dan hasil kegiatan posyandu, peran serta masyarakat, serta kemampuan kader," ungkap Trihadi Saptoadi.

Trihadi menambahkan, masyarakat dari seluruh lapisan dapat ikut ambil bagian. Siapa pun dapat memberikan apa pun yang dimiliki seperti waktu, tenaga, keterampilan atau bahkan lahan untuk lokasi posyandu. "Yang terutama adalah memberikan yang kita miliki bagi kemajuan anak-anak Indonesia. Mereka patut diberikan apresiasi," katanya.

Kompetisi ini adalah awal dari pelaksanaan kompetisi berkelanjutan di tahun-tahun mendatang. Diharapkan, seluruh posyandu di seluruh Kota Surabaya nantinya dapat berpartisipasi sehingga tujuan meningkatkan kualitas posyandu yang 32 persen masih berstatus strata pratama menjadi Posyandu Madya dan Purnama dapat terpenuhi.

Trihadi berpendapat, posyandu yang kini cenderung mulai ditinggalkan harus kembali dihidupkan. Masyarakat adalah motor penggeraknya. Saatnya partisipasi dan peran aktif masyarakat dimaksimalkan. Sudah sepantasnya anak-anak Indonesia mendapatkan kemudahan serta akses kesehatan yang layak.

Mencegah Alergi pada Anak

Angka kejadian alergi terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini. Kondisi ini terjadi karena zat yang terkandung dalam makanan atau minuman makin beragam. Masih ditambah lagi meningkatnya polusi seiring dengan perubahan pola hidup masyarakat yang makin modern.

Demikian disampaikan Ketua Divisi Alergi-Imunologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo dr Dr Zakiudin Munasir SpA (K), dalam seminar bertema "Apakah Alergi Diturunkan Secara Genetik", Selasa (12/5), di Hotel Gran Melia, Jakarta.

Alergi merupakan reaksi kekebalan tubuh yang menyimpang atau berubah dari normal yang dapat menimbulkan gejala yang merugikan tubuh, mulai dari gangguan pernapasan, kulit, hingga mata. Alergi pada anak jangan dianggap enteng karena dapat berisiko terhadap tumbuh kembang anak, bahkan bisa berlanjut hingga beranjak dewasa bila tidak ditangani dengan baik. Demikian ia mengatakan.

Seseorang dapat menderita alergi bila salah satu atau kedua orangtuanya memiliki riwayat alergi. Hal ini menunjukkan bahwa alergi bersifat genetik. Ada tiga tindakan pencegahan alergi, yaitu menghindari penyebab dan pencetus alergi, menjalani cara hidup baik dan sehat, dan memakai obat-obatan. Selain itu, ada beberapa cara tindakan pencegahan sejak dini terhadap anak yang lahir dari orangtua pengidap atopik atau alergi, bahkan dapat dimulai sejak anak berada dalam kandungan.

Alergi pada anak bisa dicegah sejak dini dengan memberi air susu ibu (ASI) secara eksklusif selama 6 bulan atau lebih karena ASI mengandung zat gizi lengkap yang dibutuhkan bayi, termasuk protein hypo allergenik, DHA dan probiotik, serta kolostrum yang dapat melindungi bayi dari alergi dan infeksi. Probiotik adalah bakteri hidup yang menguntungkan dan mampu membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi, serta mengurangi risiko alergi. Hal itu dikatakan Zakiudin.

Dengan nutrisi sempurna yang terkandung di dalamnya, ASI mempunyai peranan yang tidak tergantikan dalam hal memberi fungsi kekebalan tubuh yang melindungi bayi dari berbagai risiko alergi dan infeksi. Namun, ada kondisi ketika seorang ibu tidak dapat memberi asupan ASI maksimal, di antaranya disebabkan adanya pembengkakan dan peradangan pada payudara sehingga produksi ASI berkurang.

"Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap rentannya daya tahan tubuh bayi terhadap reaksi alergi, khususnya bagi bayi yang memiliki penyakit alergi karena keturunan," ujarnya. Alergi bisa dicetuskan oleh lingkungan, di antaranya paparan rokok dari orangtua atau orang sekitar, polusi, susu sapi, dan beberapa jenis makanan yang bisa memicu alergi, seperti makanan laut, telur, dan kacang tanah.

Gizi Seimbang Optimalkan Tumbuh Kembang Anak

Asupan nutrisi yang tepat, menurut Spesialis gizi klinik Departeman Radioterapi Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr. Fiastuti Witjaksono, MS, SpGK diperlukan untuk pertumbuhan anak menjadi optimal. Setiap hari anak membutuhkan gizi seimbang yang terdiri dari asupan karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral.

Asupan kandungan nutrisi tersebut dapat diperoleh dari variasi makanan yang dikonsumsi. Konsumsi lemak hingga 30 persen dari total energi setiap hari diperlukan untuk menyerap vitamin penting seperti A, D, E, dan K secara maksimal.

"Masalah gizi anak sebaiknya mendapatkan perhatian khusus melihat masih sering munculnya kesalahpahaman orangtua terhadap hal ini," katanya.

Ia menyebutkan, ada tiga masalah gizi, yakni kurang gizi, kelebihan gizi, dan salah gizi yang masing-masing memiliki indikasi dan akibat yang berbeda.

Untuk menghindarinya, katanya perlu komposisi seimbang antara karbohidrat (45-65 persen), protein (10-25 persen), lemak sedikitnya 30 persen, dan bermacam vitamin lain mutlak diberikan kepada anak guna membantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

Menurut data Departemen Kesehatan tahun 2007, dari 4,1 juta balita yang mengalami malnutrisi, sebanyak 82 persen mengalami kurang gizi dan 18 persen berisiko gizi buruk.

Ia mengatakan, perencanaan makan yang cerdas oleh orang tua diperlukan demi menciptakan pola makan yang sehat, terkontrol, dan menyenangkan. Kuncinya adalah jumlah kalori sesuai kebutuhan, jadwal makan teratur, dan jenis makanan dengan komposisi karbohidrat, protein, dan lemak seimbang, di samping nutrien spesifik yang terpenuhi.

Kekurangan gizi pada anak, katanya, akan berpengaruh pada pertumbuhan fisik, perkembangan otak, perkembangan kepandaian, dan kematangan sosial.

Ia menyebutkan, anak usia satu hingga tiga tahun membutuhkan 1.300 kalori per hari, usia empat hingga enam tahun membutuhkan 1.800 kalori per hari, dan umur tujuh hingga 10 tahun membutuhkan 2.000 kalori per hari.

"Anak harus dibiasakan makan tiga kali sehari dan ditambah makanan kecil untuk memenuhi kebutuhan kalori tersebut," katanya.