Jumat, 15 Mei 2009

ASI Baik untuk Jantung Ibu Menyusui

Tak ada yang bisa menandingi kehebatan dan kelebihan ASI, baik untuk si ibu juga untuk si anak. Menurut sebuah studi yang dilaporkan oleh Reuters (28/4), ketika ibu menyusui bayinya hingga berumur 1 tahun, ada nilai tambah bagi kesehatan untuk si ibu dan si anak.

Dalam studi yang dilaporkan tersebut, para peneliti menemukan bukti bahwa durasi menyusui ASI kepada bayi bisa menurunkan risiko ibu terkena tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, dan penyakit kardiovaskular setelah ia menopause.

Penemuan ini dilaporkan dalam jurnal medikal Obstetrics dan Gynecology. Data didapat dari penelitian terhadap 140.000 ibu yang menyusui ASI kepada bayinya.

Menurut dr Eleanor Bimla Schwarz dari University of Pittsburgh, manfaat dari menyusui ASI terhadap faktor risiko penyakit kardiovaskular bergantung pada jumlah takarannya. Jadi, semakin lama durasi menyusui ASI-nya, makin baik manfaatnya.

Wanita yang menyusui ASI kepada anaknya lebih dari 12 bulan secara signifikan tak memiliki risiko terkena tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung ketimbang ibu yang tak memberikan ASI kepada bayinya.

Schwarz dan para koleganya berspekulasi bahwa memberikan ASI memiliki manfaat lebih dari sekadar mengurangi simpanan lemak si ibu dan efek penurunan risiko terkena serangan jantung bisa jadi timbul akibat efek hormonal dari pemberian ASI.


NAD
Sumber : kompas.com

"Reparasi" Vagina Lewat Vaginoplasti

Pemotongan otot vagina bisa membuat perempuan malah kesakitan.

Pernah dengar apa yang disebut vaginoplasti? Tindakan “reparasi” vagina ini menuntut indikasi medis yang jelas. Jadi, jangan demi mengejar kepuasan seksual semata?

Seperti yang dijelaskan Dr. Dewi Prabarini, Sp.OG., dari Brawijaya Women and Children Hospital, Jakarta, tindakan pemotongan otot-otot vagina ini sebetulnya ditujukan untuk para ibu yang melahirkan banyak anak (lebih dari 5 kali) secara normal dan bukan sesar, atau pernah melahirkan per vaginam bayi dengan berat di atas 4 kg tanpa mendapat jahitan perineum sebagaimana mestinya.

Indikasi medis lainnya ditujukan untuk wanita yang mengalami prolapsus uteri atau turun berok. Seorang wanita didiagnosis mengalami prolapsus uteri ini bila dinding vagina bagian belakang maupun depannya turun sehingga berada di lubang vagina. Kondisi ini tentu saja sangat menyiksa wanita yang bersangkutan. Mengapa dinding vagina bisa kendur? Tak lain karena otot-otot penggantungnya sudah sedemikian lemah “termakan” usia. Tak mengherankan kalau prolapsus uteri umumnya dialami oleh para wanita menjelang menopause, yakni 5-10 tahun sebelum datangnya menopause yang biasanya muncul di usia 40 tahun ke atas.

Kelainan vagina
Indikasi mutlak dilakukannya vaginoplasti adalah tidak terbentuknya vagina yang disebut dengan atrisia atau agenesis vagina, sehingga secara fisik yang bersangkutan kerap diragukan identitasnya sebagai perempuan. Untungnya kasus-kasus seperti ini sangat jarang. Yang juga dianggap sebagai kelainan adalah vagina yang hanya terbentuk sebagian (agenesis partial), vagina memiliki batas antara bagian atas dan bawah (septum transversal) atau kiri dan kanan (septum longitudinal) dan selaput dara tak memiliki lubang (himen inferforata). Begitu juga bila labia atau bibir vagina terlalu lebar atau malah mengalami perlekatan satu sama lain.

Kelainan-kelainan itu umumnya terjadi secara bawaan akibat gangguan saat pembentukan dan pertumbuhan vagina. Bisa juga didapat akibat infeksi, semisal keputihan menahun yang tidak ditangani secara tuntas. Bisa juga karena trauma akibat persalinan di antaranya penonjolan dinding vagina bagian depan (sistokel), penonjolan dinding bagian belakang (rektokel), pelebaran saluran vagina maupun pelebaran mulut vagina (introitus vagina) karena adanya ruptura perinei alias perobekan perineum.

Bukan tidak mungkin pula akibat terjadinya fistula atau ketidaknormalan antara vagina dengan saluran cerna maupun antara vagina dengan saluran kemih bawah (vesiko vagina fistula) yang membuat air kemih atau malah feses mencemari vagina. Normalnya, antara vagina dan lubang anus setidaknya berjarak 0,5 cm sampai 2 cm.

Pemeriksaan lengkap
Nah, terhadap kondisi-kondisi itulah tindakan vaginoplasti perlu dilakukan. Seperti halnya tindakan bedah pada umumnya, sebelum menjalani vaginoplasti, seorang wanita wajib menjalani rangkaian pemeriksaan. Mulai anamnesis, pemeriksaan fisik, general check up mencakup pemeriksaan urine dan darah, tekanan darah dan foto thorax, pemeriksaan ginekologik maupun IVP (Intravenous Pyelogram) yang memungkinkan dokter melihat gambaran kandung kemih secara utuh apakah berada di tempat sebenarnya atau tidak, sampai uji colok dubur.

Meski secara medis vaginoplasti ditujukan untuk wanita dengan kondisi-kondisi seperti yang telah disebut di atas, Dewi tak menampik fakta bahwa ada kalangan tertentu yang menjalani vaginoplasti demi mengejar kepuasan seksual. Logikanya, dengan dipotongnya otot-otot vagina memang vagina jadi lebih sempit. Kondisi inilah yang besar kemungkinan memberi kepuasaan seksual kepada pihak suami.

Akan tetapi Dewi mempertanyakan apakah si wanita sendiri mengalami tingkat kepuasan yang sama? Belum tentu! Karena sangat mungkin ia justru kesakitan karena dengan adanya tindakan pemotongan dan penjahitan kembali tentu saja kelenturan otot-otot vaginanya tidak sealamiah ketika belum ”direparasi”. Itulah mengapa, Dewi menegaskan pentingnya mengedepankan indikasi medis ketimbang kepentingan lain.

(Theresia Puspayanti)

Wanita Punya Andil dalam Perselingkuhan Pasangannya?


Waspada lah bila ia mulai kerap menyulut pertengkaran.
Kamis, 14 Mei 2009 | 16:03 WIB

KOMPAS.com - Pembahasan tentang perselingkuhan memang tidak ada habis-habisnya. Misalnya, mengapa pria berselingkuh? Konsultan perkawinan M. Gary Neuman membongkar kembali penelitian yang pernah dilakukannya mengenai ketidaksetiaan pria, dan mendapati bahwa kebanyakan jawabannya datang dari sudut pandang wanita. Apakah pria akan memberikan jawaban yang sama? Maka Neuman melakukan survei terhadap 200 suami yang pernah berselingkuh maupun tidak, untuk mendapatkan alasan sebenarnya di balik ketidaksetiaan pria. Hasilnya ia susun dalam buku berjudul The Truth About Cheating. Simak sebagian hasilnya berikut ini.

48% pria mengatakan ketidakpuasan emosional sebagai penyebab mereka berselingkuh.
Hanya 8% dari pria mengatakan bahwa ketidakpuasan seksual adalah faktor utama dalam perselingkuhan yang dilakukan. "Budaya kita mengatakan bahwa yang diperlukan pria untuk bahagia adalah seks," ujar Neuman. "Namun pria juga mahluk yang emosional. Mereka ingin pasangannya menunjukkan bahwa mereka dihargai, dan mereka ingin perempuan mengerti betapa sulit baginya untuk menyelesaikan masalah."

Pria memang tidak seperti wanita yang mudah mengekspresikan perasaannya, sehingga kita seringkali tidak tahu jika Si Dia membutuhkan pengakuan. Kebanyakan pria juga menganggap bahwa menuntut perhatian dari pasangan akan terkesan cengeng, namun di sisi lain mengakibatkan kebutuhan emosional mereka tidak terpenuhi. "Anda dapat menciptakan budaya saling menghargai dan memperhatikan dalam pernikahan. Sekali Anda melakukannya, pasangan pasti akan menerimanya," tambah Neuman.

66% pria yang berselingkuh mengaku merasa bersalah.
Ternyata, bukan cuma pria "brengsek" yang pernah berselingkuh. Dalam kenyataannya, 68% orang yang berselingkuh tak pernah berharap bahwa mereka akan tidak setia, dan hampir semua berharap tidak melakukannya, demikian hasil penelitian Neuman. Namun Anda tahu, rasa bersalah saja ternyata tidak menghentikan tindakan pria untuk berselingkuh. Pria, menurut Neuman, pandai membagi-bagi perasaan. Mereka bisa menahan perasaan mereka, dan menyelesaikannya belakangan. Jadi, meskipun pasangan Anda bersumpah tak akan berselingkuh, tetap lah waspada. Lebih baik Anda terus mengusahakan hubungan dan komunikasi yang harmonis.

77% pria yang berselingkuh memiliki teman baik yang juga berselingkuh.
Berteman dengan orang-orang yang tidak jujur dengan pasangannya membuat selingkuh seperti sesuatu yang normal, dan menganggapnya sebagai peluang. Ia akan berpikir, temannya adalah orang baik yang pernah membohongi istrinya. Kita memang tak bisa melarang pasangan untuk berteman dengan teman-temannya itu, namun kita bisa meminta agar suami lebih banyak menghabiskan waktu bersama di lingkungan yang tidak memungkinkan orang berselingkuh, misalnya di tempat olahraga atau di restoran keluarga. Strategi lainnya yang lebih mungkin dilakukan adalah membangun lingkungan sosial yang terdiri atas pasangan-pasangan yang harmonis.

40% pria yang berselingkuh menemui WIL-nya di tempat kerja.
"Seringkali wanita yang dijadikan selingkuhan di kantor adalah orang yang memujanya, mengaguminya, dan sering menghargai usahanya," jelas Neuman. Itulah sebabnya, penting bagi pria untuk merasa dihargai di rumah. Untungnya, ada peringatan yang jelas untuk melihat bahwa suami sedang dekat dengan rekan kerjanya: Jika ia beberapa kali menyebut nama seorang rekan kerja wanitanya, Anda harus mulai waspada. Inilah waktu bagi Anda berdua untuk menetapkan batasan-batasan apa yang boleh dan tidak boleh di tempat kerja, demikian saran Neuman. Bolehkah ia bekerja lembur jika di kantor hanya ada dia dan rekan wanitanya tersebut? Bisakah mereka melakukan perjalanan dinas bersama? Makan bersama di luar untuk mendiskusikan pekerjaan? Tanyakan pula apakah hal ini juga berlaku untuk Anda dengan rekan kerja pria di kantor Anda.

Hanya 12% pria berselingkuh yang mengatakan kekasih gelapnya lebih menarik daripada istrinya.
Dengan kata lain, pria tidak berselingkuh karena mengira akan melakukan hubungan seksual yang lebih hebat dengan wanita yang lebih menarik. Dalam banyak kasus, pria berselingkuh untuk mengisi kekosongan emosional. Pria merasakan koneksi dengan wanita lain, dan seks adalah sarananya. Maka jika Anda mengkhawatirkan ketidaksetiaan, berfokus lah untuk membentuk hubungan yang lebih bersifat memenuhi kebutuhan emosional pasangan, bukan sekadar mempercantik diri atau menguasai suatu posisi seks baru. Namun seks juga penting; inilah salah satu cara pria mengekspresikan cinta dan perasaannya pada Anda.

Hanya 6% pria berselingkuh yang melakukan hubungan intim degnan wanita yang ditemuinya pada hari yang sama.
Sebanyak 73% pria ingin mengenal wanita yang menjadi sasaran perselingkuhannya lebih dari sebulan sebelum mulai berselingkuh. Artinya, Anda seharusnya dapat menangkap tanda-tandanya sebelum perselingkuhan itu terjadi. Perhatikan, apakah ia mulai menghabiskan waktu lebih banyak di luar, berhenti mengajak bercinta, lebih sering menyulut pertengkaran, atau tidak menjawab panggilan Anda. Jika Anda berinisiatif mengkonfrontasinya, kebanyakan pria akan mengatakan bahwa berpikir untuk selingkuh pun tidak pernah, terutama jika hubungan secara fisik memang belum terjadi. Jika hal ini terjadi, saran Neuman, Anda lah yang harus mengontrol perilaku Anda. Jangan ragu menunjukkan penghargaan Anda untuknya, cari waktu untuk jalan-jalan bareng, dan tunjukkan inisiatif Anda untuk bercinta. Sampaikan juga bahwa Anda merasa ada sesuatu yang terjadi, tanpa menuduhnya, seperti, "Rasanya kok kita sekarang sudah jarang jalan-jalan bareng lagi, ya? Aku nggak pingin hubungan kita makin renggang."


DIN
Sumber : redbook

Minggu, 10 Mei 2009

Tips membentuk tulang kuat

Brierley Wright, M.S., R.D., associate editor majalah EatingWell yang juga master lulusan Nutrition Communication dari Friedman School of Nutrition Science and Policy, Tufts University, memberikan 3 tips untuk membentuk tulang yang kuat:

1. Lakukan latihan yang memompa aliran darah untuk kesehatan jantung dan seluruh tubuh, seperti berjalan kaki, jogging, angkat berat, atau permainan yang menggunakan raket. Melompat, berlari, atau mengangkat beban, akan memberi tekanan pada tulang, yang mengirim sinyal untuk membangun sel-sel baru yang dapat menguatkan tulang.

2. Beberapa penelitian menyarankan agar orang yang berusia lanjut mengonsumsi lebih banyak buah-buahan dan sayuran. Salah satu alasannya, buah-buahan dan sayuran memiliki kandungan potasium; sayuran berwarna hijau umumnya mengandung magnesium dan vitamin K. Ketiga nutrisi ini yang penting untuk memelihara tulang yang sehat.

3. Jauhi minuman bersoda, karena penelitian menunjukkan bahwa beberapa jenis soda melemahkan tulang. Penyebabnya adalah asam fosforik, yang ada pada minuman cola. Ketika tubuh memecah senyawa ini, keasaman darah meningkat. Untuk menetralisasi keasaman, ion hidrogen mengikat mineral, termasuk kalsium dan magnesium. Jika kedua mineral ini tidak tersedia dalam darah, tubuh akan menyerap kalsium dari tulang. Namun, tenang saja. Risiko ini hanya akan dialami oleh orang yang minum minuman ber-cola setiap hari.

Selasa, 05 Mei 2009

Tips Mengurangi Sakit Nyeri Ketika HAID

Nyeri datang bulan memang hal yang menyebalkan. Suka datang tiba-tiba, di saat tak terduga dan tak jarang malah menyulitkan kegiatan. Berikut adalah tips yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi sakit nyeri datang bulan tersebut. Namun, sebelumnya, Anda harus memastikan jadwal dan kecenderungan datang bulan Anda.

Berikut tips dari Rina Poerwadi, APDHA, CIMI, PMC (IMIS), Holistic Aromatherapy Practitioner & Educator, Infant Massage Instructor & Paediatric Massage Consultant untuk mengatasi sakit nyeri datang bulan.

Coba lakukan, sejak 1 minggu sebelum datang bulan, rebus campuran jahe, madu, dan jeruk lemon dengan perbandingan secukupnya. Jahe bisa membantu mengencerkan kekentalan darah, lemon membantu meringankan oedema, dan madu membantu memberikan perasa, sekaligus menambah kekebalan tubuh. Minum satu gelas sehari secara teratur. Campuran ini juga baik diminum saat terkena flu.

Michael Heart (Gaza tonight)